Beyond Solitaire Ring

22 Aug

Sepulang dari Soulmate untuk memesan cincin pertunangan / perkawinan, saya masih saja ragu apakah model yang saya dan kk pesan itu sudah cukup oke. Saya bolak-balik browsing lagi, nyari gambar-gambar cincin berwana rose gold dan menyadari bahwa warna itu lebih cocok kalau modelnya plain glossy saja. Nggak usah pake dove sama sekali. Cuma Nita, adik kedua saya mengingatkan kalau yang namanya cincin kawin itu harusnya bermodel sama. Yah paling enggak, adalah kesamaannya. Namanya juga cincin pasangan. Sampai dini hari, saya masih terjaga. Tapi akhirnya tertidur juga sambil kebayang-bayang si cincin bulat polos warna emas ke-merahjambu-an itu.

Esok paginya, ngecek hape, eh ada 2 SMS (dikirim ke dua HP) berbunyi sama dari si kk:
“Setelah saya renungkan, lebih baik cincin kawin itu kamu pilih yang lebih bagus aja. Telpon soulmate untuk pilih model lain. Jangan khawatir soal harga. Takutnya, model tadi terlalu sederhana buat kamu.”

Ya ampun, ternyata selagi saya mikirin pengen model cincin yang lebih sederhana, si kk nyangkanya kalau saya kepengen punya cincin kawin model solitaire! Soalnya, selama di soulmate, saya beberapa kali nyeletuk “Pengennya sih ya.. model solitaire, tapi ada daya.. nggak sanggup bayarnya” sambil bercanda ama Charly dan Sherly. Padahal sih, nggak terlalu pengen. Ya, kalau buat cincin tunangan aja sih cocok. Tapi kalau buat cincin kawin, kayaknya ribet dan nggak aman buat dipake di jalan-jalan. Takut dirampok. hehehe…

 

 

Jadi makin sayang deh ama si kk.
Bukan karena dia rela beliin barang berharga mahal.
Tapi karena saya tahu, bagi dia apapun itu, yang penting saya bahagia.

Kk itu pekerja keras yang memulai semuanya dari nol.
Nggak seperti anak pejabat atau orang-orang besar lainnya, yang punya kesempatan dan jalur untuk hidup berkecukupan.
Atau memperoleh pendidikan di luar negeri, salah satu cara lain untuk memudahkan karir.
Dengan semangat besar dia berupaya untuk bisa menyiapkan modal bagi awal keluarga kecil kami nanti.

Dan itu melebihi cincin solitaire bermata berlian berapa pun carrat-nya.

With love,
C

Ps: i was so happy and grateful, i didn’t change the model of our wedding ring. :)

About these ads

4 Responses to “Beyond Solitaire Ring”

  1. v September 14, 2010 at 11:48 am #

    wat a luvy story…
    like this ^^

  2. ai October 9, 2010 at 2:58 pm #

    so sweet,,Cici..
    @_@
    :)

    • citralwi October 19, 2010 at 9:05 pm #

      Hai ai… makasih ya sayang udah mampir2 ke sini.
      Nggaksabar denger cerita ai juga.. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers

%d bloggers like this: