Welcome home my new family…

8 Aug

Setelah tek-tok yang cukup intens antara saya dan mama papa, juga si kk dengan orang tuanya, akhirnya disepakati pertemuan pertama keluarga akan diadakan pada tanggal 20 Juli 2010.Pertemuan ini cukup resmi dan ‘niat’, begitu istilah saya. Sebenernya sih, saya, juga mama papa pengennya untuk pembicaraan awal ini, tidak perlu dengan ketemu langsung. Bukan apa-apa, kasian orang tua kk harus repot jauh-jauh datang hanya untuk mengungkapkan hal yang kita udah sama-sama tahu, yaitu… eng ing eng… rencana perkewongan saya dan kk. Yihaa!! Mending sekalian aja waktu lamaran resminya gitu. Perkenalan awal kan bisa lewat telepon. Tapi karena orang tua kk insist untuk datang, meminang (ciee.. meminang coba!) secara langsung dan karena itu juga bagian dari adat dan istiadat suku kk, yang mengharuskan keluarga laki-laki meminta anak perempuan kepada keluarga secara langsung, sebagai bentuk respect jadilah orang tua si kk ke kendari tanggal 20 – 21 Juli 2010.

Karena Opu dan Ibu (Panggilan si kk ke kedua orang tuanya) tinggal di Polewali, Sulawesi Barat. Sementara, papa dan mama kan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Bagi orang lain, khususnya mereka yang berdomisili di pulau Jawa, selama itu di ‘Sulawesi’, jarak pastilah tidak terlalu jauh. “Lha wong sama-sama Sulawesi ini.” Begitu biasanya komentar yang muncul. Padahal, pulau sulawesi itu lebih gede daripada Jawa lho.. belum lagi infrastruktur (Jalan, alat transportasi) di sana belum memadai. Jadinya, perjalanan antar provinsi, paling nyaman ya.. dengan pesawat. Kalau bingung membayangkan jarak antara kampung halaman saya dan si kk, coba liat gambar di bawah ini:

 

 

Jalur perjalanan Opu-Ibu

 

Di ibukota Sulawesi barat, Mamuju, sebenarnya ada bandar udara yang berfungsi. Tapi kurang tahu juga, apakah ada penerbangan dari Mamuju ke Kendari. Namun, karena opu dan ibu ada urusan di Makassar Sulawesi Selatan (jaraknya sekitar 5-7 jam dengan mobil dari Polewali) beberapa hari sebelumnya, maka mereka berangkat menuju ke kendari dari Bandara Hasanuddin.

Mama dan papa yang langsung menjemput Opu dan Ibu di bandara Abdullah Silondae, Kendari (apa namanya sudah balik jadi Wolter Monginsidi ya?) . Begitu janjian sebelumnya. Ternyata berdasarkan live report via blackberry oleh Nina (Adik saya yang pertama), dua rombongan yang terdiri dari 2 mobil penuh berisi sodara-sodara yang menjemput mereka. Udah sama hebohnya nganterin rombongan haji dong.. ck..ck…

Berhubung sedang ada renovasi di rumah (curiganya dalam rangka acara lamaran nanti), Opu dan Ibu menginap di salah satu  hotel di kendari. Jadi, menurut cerita Nina, setelah dari bandara, opu dan ibu dianterin dulu ke hotel untuk istirahat sejenak baru kemudian diajak makan malam. Seperti biasa, jika ada tamu yang datang ke Kendari, papa bakal ngajakin makan di restoran favorit keluarga. Sebenernya, nama restorannya Pier 29. Tapi karena menu andalannya adalah suki (satu-satunya di kendari), kita biasa nyebutnya dengan ‘Suki’ saja.

Acara santap malam kemudian dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol santai di rumah. Mulai dari preambule: perkenalan anggota keluarga, cerita-cerita masa kecil saya dan si kk (termasuk kebiasaan-kebiasaan ‘unik’ kita. oh Dear Lord…!) sampai ke topik utama pertemuan itu: maksud untuk meminang dirikuhh.. Asyik! Nun jauh berribu-kilometer dari sana, saya sedang menemani si kk ke bengkel, menjenguk si vanos, mobil butut kesayangan kk. Kita seneng banget karena nggak perlu ngerasain kekikukan antara keluarga yang baru sekali-sekalinya itu ketemu. Yah, bertahun-tahun sama si kk, saya sudah beberapa kali bertemu dengan Opu dan Ibu. Begitupula sebaliknya, kk udah berkali-kali ketemu, bahkan jalan berdua papa atau mama. Tapi Opu dan Ibu sama sekali belum pernah ketemu mama dan papa. Kita dengan kurangajarnya, ketawa-ketawa baca reportase Nina tentang pertemuan itu. Kebayang gimana ackward-nya. Waktu si kk ngomong langsung ke papa soal rencana kita kewong dulu aja, tegangnya minta ampun. Padahal si kk kan udah akrab ama papa. Gimana dengan situasi ini ya… Hihihi..

Pertemuan yang diakhiri dengan doa bersama itu pun menghasilkan keputusan mengenai bulan pernikahan saya dan si kk, yaitu Desember 2010. Apaaa??!! Tinggal bentar lagi dong..? Tenang.. ini masih akan berubah kok. Soalnya ada misunderstanding. Dikiranya saya, ya.. Citra yang pengen bulan itu. Nanti kita bahas lagi ya… saya ama si kk mo nyari kain buat lamaran dulu. Dia udah misuh-misuh disuruh nunggu sementara saya menulis ini…

Love,

C

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: