Akad dengan Baju Adat

9 Aug

Pernah dengar ‘suku tolaki’? Pasti belum. Kecuali orang yang berdomisili di Sulawesi atau pernah bertemu dengan orang dari suku ini (yang mana tidak terlalu banyak, karena karakteristiknya yang bukan perantau), masyarakat Indonesia jarang ada yang tahu atau bahkan sekedar pernah mendengarnya. Saya berasal dari suku ini. Keturunan asli dari leluhur, tanpa adanya campuran dari suku lain. Kalau istilah Harry Potter tuh… ‘Pure-Blood’. Hehehe…

Sementara si kk berdarah campuran Makassar-Mandar-Bugis. Sebenarnya, ketiga suku tersebut serumpun di tanah Sultan Hasanuddin sana. Jadi si kk itu bisa dibilang produk dari hasil persilangan hampir semua suku di Sulawesi Selatan (dan Sulawesi Barat – setelah Provinsi Sulawesi Selatan pecah menjadi Sul-Sel dan Sul-Bar).

Sesuai dengan adat istiadat suku tolaki dan juga konsensus yang umum berlaku, pakaian adat yang akan dikenakan pada saat akad nikah adalah adat dari pihak perempuan. Ya sodara-sodara… pupus sudah impian white wedding jaman kanak-kanak dulu. Bukannya berkebaya nasional berwarna putih, saya akan menggunakan pakaian adat daerah Tolaki. Sebenernya sih di jaman modern ini, perempuan-perempuan tolaki boleh milih warna apa aja untuk pakaian adat ini. Dan ada pilihan jenisnya juga (yang modelnya mirip-mirip banget. Menurut saya sih ngak ada bedanya) Tapi… nggak ada warna putih tuh. Nggak pernah liat ada yang make dan setelah nanya-nanya mama, memang nggak pernah ada. Baiklaaahhh…

Begini nih model pakaian adat Tolaki:

 

 

Kalo dilihat-lihat, meskipun nampak mewah dan cantik, modelnya nggak seribet adat Minangkabau yang pake sunting atau adat jawa yang kainnya dibentuk khusus. Tapi setelah baca di sini tentang pakem-pakemnya, ternyata lumayan juga..

Nah, karena baju adat udah dipake pada saat akad, untuk resepsinya pengen pake kebaya nasional yg modifikasi aja, biar pas difoto terlihat lebih berwarna (cih, alesan apaa ituh?). Terus pengennya si kk make jas aja. Jadi lebih simpel gitu. Lagian seumur-umur cuma pernah ngeliat si kk pake jas waktu dia wisuda aja. Soalnya dia nggak terlalu suka. Jadi, kesempatan ini bisa dijadiin alasan untuk ngeliat dia pake jas lagi. Yes!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: