Archive | October, 2010

Inilah Photografer kita (Part 2)

31 Oct

Lanjutan dari cerita ini

Setelah bertemu dengan Tim Tikma, akhirnya saya dan kk mutusin untuk deal make jasa mereka. Alhamdulillah… Tapi baru tahu ternyata, kenapa harga penawarannya lumayan terjangkau, karena penawaran yang dikirimin via email kemarin adalah paket U-Wish, yang mana merupakan second line dari Tikma. Kurang lebih istilahnya: paket ekonomisnya lah gitu. Hmm.. sebenernya sempet ragu juga, karena takut hasilnya nggak sebagus portofolio yang udah kita liat. Tapi karena berdasarkan informasi dari Mbak Tari, marketing Tikma Photography, hasilnya bisa sama bagusnya, saya jadi teryakinkan untuk make jasa Tikma aja. Apalagi, si kk sama sukanya dengan hasil jepretan mereka.

Continue reading

Advertisements

Inilah dia Photografer kita… (Part 1)

28 Oct

Bagi beberapa orang, acara perayaan pernikahan harus total dalam hal jamuan makanan untuk tamu. Sehingga catering menjadi fokus utama persiapan acara tersebut. Dalam tipe ini salah satunya adalah Ibu saya. Ada juga yang beranggapan bahwa dekorasi adalah hal utama, karena kesan dan ‘ambience’ yang tercipta selama acara itulah yang akan paling dikenang para tamu. Macam-macam sih ya… Kalau saya pribadi sih, tidak lain tidak bukan, fokus saya adalah pada Fotografi.

That’s why, butuh waktu berbulan-bulan bagi saya untuk memutuskan vendor mana yang akan dipilih. Waktu dan juga tissue yang banyak saking frustasi. Tidak terhitung rasanya berapa jam yang saya habiskan untuk browsing cari informasi vendor, lihat portofolio mereka dan baca banyaaakkk sekali review di forum ini dan itu (like.. hundred times!). Belum lagi bolak balik buka majalah (baik milik sendiri, minjam punya orang atau nebeng ngintip di loper koran 😉 ) untuk menghayati setiap style mereka.

Continue reading

Bros Turquoise untuk Keluarga

27 Oct

Weekend kemarin jalan-jalan ke Kota Singa, main ke Mustafa di daerah Little India, nemu bros-bros cantik warna turquoise, pas dong ya dengan Color palette acara resepsi nanti yaitu RedTurquoise. Langsung deh, niat ‘backpacker-nggak-bakal-belanja-sama -sekali’, pupus seketika. Soalnya emang sebelumnya udah niat beli bros untuk ngelengkapin seragam keluarga yang bahannya udah dibeli di De Moda beberapa minggu lalu. Apalagi pas liat harganya itu lho… 3 for S$10 saja alias sekitar Rp. 22.000,-  (^^)v

 

Lumayan kan..? Paling enggak, kain yang nggak terlalu bagus kmrn itu bisa sedikit ‘bercahaya’ dengan adanya bros ini.

 

Yihaaa!!

C

Being a bride

27 Oct

Recently got this picture of one of my friend in junior high school. She was damn gorgeous with the Baju Adat Tolaki. Aww..! and the candid  shoot taken by the photographer is also lovely.

Taken from her DP in BB

 

I’m gonna wear similar model of Baju Adat. Yippie!!

 

Can’t hardly wait,

C

Bitter and Sweet Moment

25 Oct

Kabar buruk. Karena adanya permintaan dari keluarga mengenai beberapa hal, budget acara kawinan saya dan kk membengkak.

Banyak. Banget.

Tempo hari, saya dan kk ngitungin seluruh total kerusakan (dan kemiskinan yang akan kami hadapi) pasca acara ini.

Jedenggg!! kita berdua kaget banget pas ngeliat nominalnya. 😮

Continue reading

Souvenir, special gift for the guests

20 Oct

Haree genee, belum nyiapin souvenir? Bok! Errr.. sebenernya belum nyiapin undangan juga.

What???

Ye maap, eike tak sanggup. Hiks. Bingung. Mikirin jenisnya… Lebih bingung lagi mikiran harganya. Huaaaa!!

Baiklaaahh.. harus kembali berjuang. Semangat! *tarik napas, susut air mata, seka ingus*

So guys… kalo misalnya ke kawinan, pengennya dapat souvenir yang seperti apa? Apakah….

Continue reading

(Planned to be) Our Wedding Song

17 Oct

Alhamdulillah banget punya adik kayak Nita, yang kenalannya di mana-mana, dari sabang sampai merauke. Khususnya dalam hal entertainment. Jadi, saya nggak perlu pusing mikirin MC, tarian dan band untuk acara resepsi nanti. Hmm… kecuali band. Soalnya, band-band yang suka tampil di acara kawinan di kendari, biasa bawain lagunya yang kurang sesuai dengan ambience yang saya dan kk inginkan untuk acara itu. Sementara temen-temen Nita yang biasa nge-band lagu-lagu top 40, yang domisilinya di kendari, rata-rata sedang sekolah di luar kendari. Untungnya masih tersisa satu orang yang jago main gitar.

Berangkat dari kondisi itu (ciee..) kepikiran konsep musik untuk resepsinya nanti akustikan minimalis aja, rather than electronic band. Dengan temen Nita yang bernama Wawan itu, sebagai gitarisnya. Toh sebenernya, saya juga kurang sreq untuk make band sebagai pengiring musik acara nanti. Pengennya sih full chamber, yah mini chamber-lah at least. Tinta mungkra la yaw.. nyari di mana di kendari? Mahal pulak pastinyaa :D. Lagian, setelah dipikir-pikir, accoustic music itu bisa bikin suasananya lebih intimate, chilled out.. decent juga kan? (Halah.. bilang aja karena murah 😉 )

Continue reading

Kalung emas dari Kk

17 Oct

Salah satu item seserahan lamaran secara adat kemarin adalah sebuah kalung emas. Sayangnya sebelum mudik ke Kendari si kalung itu belum sempet kebeli. Ada ide dari si kk untuk ngasih kalung emas peninggalan almarhum ibu kandungnya saja. Tapi kita nggak tahu pasti, apakah perhiasan dari ibunya kk ini masih ada. Secara, beliau meninggalnya waktu si kk masih kelas 6 SD, yaitu sekitar 16 tahun lalu. Dulu, cincin kawin ibu sih masih ada. Cuma, udah diambil oleh K Acha, kakaknya si kk (ribet gini nyebutnya 😉 ) untuk dikasih ke istrinya, sebagai cincin kawin. Jadi, sewaktu kk mudik tanggal 8 september lalu, dia berjanji untuk nyariin, kalau-kalau masih ada kalung peninggalan ibu di Polewali. Saya sih, seneng banget kalau misalnya dikasih kalung emas warisan ibu itu, karena mengandung nilai historis. Pastinya akan sangat bermakna buat disimpan bagi anak cucu kita kelak. Apa mau dikata, ternyata setelah dicari-cari, cincin kawin ibu itulah perhiasaan satu-satunya yang masih tersimpan. 😥
Continue reading

Check out our engagement photos

17 Oct

Turnamen gaple pra-lamaran

16 Oct

Menjadi kebiasaan di dalam komunitas masyarakat kendari, khususnya suku tolaki, untuk menggelar kompetisi catur atau kartu  domino (also known as ‘gapleh’ in our community) bagi para lelaki, sebelum dan sesudah perayaan acara. Entah itu sunatan, aqiqahan , pernikahan atau acara perayaan lain, asal bukan acara kedukaan aja 🙂

2 hari sebelum acara lamaran, papa pun sudah siap-siap menggelar turnamen gapleh se-kompleks rumah saya di kendari. Beliau pun meminta salah satu om untuk menjadi PIC acara tersebut, termasuk menyediakan hadiah bagi para pemenang. Oh iya, dalam kompetisi amatiran ini, hadiah tidak perlu bombastis, yang jadi inti dari dari keseruannya adalah kesenangan para bapak-bapak/kakek-kakek dan ABG tersebut dalam bermain catur/gapleh dan menunjukkan kemampuan mereka.

Continue reading