DIY err.. DIM Seserahan (For the sake of Color Palette)

6 Oct

Mungkin saya cukup beruntung, karena mama baru merintis usaha bridal. Jadi, ada beberapa items yang nggak perlu beli lagi.  Salah satunya adalah wadah seserahan. Well, i have to say that i’m not crazy about the box. Kurang sejahtera saya… Ini nih penampakkannya:

Selain itu, warnanya juga nggak matching dengan color pallete yang direncanakan sebelumnya. Ya, meskipun akhirnya nggak pake warna ini karena susah nemu warna ‘cameo’-nya. Tapi pasti jauh dari warna tenda yang udah terpasang dan kebaya saya yang dibikinin ayong. Apalagi warna untuk seserahan, hadiah kain mandar dan tas handmade dari ibu juga sama, warna pink. Kalo warna koneng di atas dipaduin ama pink, bisa dipastikan mata bakal jadi sayu-sayu lelah gimana gitu, kecapean lihat perpaduan warna gonjreng gitu…

Akhirnya, saya pun belanja kain untuk nutupin kotak-kotak seserahan itu. Sekalian beli pita, karton, manik-manik, double tape, lem dan sebagainya. Perlu dicatat, 2 hari setelah lebaran, toko-toko pada tutup. Untungnya, Gramedia buka. Tapi, barang-barang dengan warna yang saya inginkan kosong karena belum distok lagi. Pada saat yang sama, si Nina bergerilya ke toko-toko lain untuk nyari pita dengan warna yang sesuai. Sayangnya, kain belum ketemu.  Setelah ngumpul lagi di rumah, ini nih gabungan belanjaan kita:

 

Setelah itu, saya pun menjelaskan konsep hiasannya untuk kemudian diterjemahkan Nina. Untungnya, adik saya yang satu itu dokter yang terbiasa menjahit luka pasiennya,  jadi, bisa diandalkan untuk urusan prakarya gini (apaa cobaaa??)

Beberapa bagian saya kerjakan sendiri lho. Sedangkan untuk yang agak ribet dan butuh keahlian khusus, saya tinggal menjelaskan ke dia, atau dicontohkan untuk dibuat versi rapihnya. Kadang-kadang ada memberikan setuhan kecil dari konsep saya itu biar lebih manis. Thank God, kerja sama kami membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Misalnya, seserahan berupa tembakau dan sirih berikut ini:

Not bad, isn’t it?

Puas dengan hasil tersebut di atas, saya tergerak untuk menghasilkan karya yang lebih oke lagi. Jadilah besoknya, ditemani  Mama dan Nina, saya kembali belanja keperluan hias-menghias ini. Sekaligus nyari kain pembungkus kotak seserahan koneng di rumah. Inilah hasil belanjaannya:

Kain buat pembungkus kotak seserahan warna baby pink di atas sebenernya bahan buat bikin gorden lho.. hihi. Abis, nggak nemu yang warnanya oke sih. Manik-manik beli karena impulsif aja, barangkali bisa dipake, hehehe. Beli Pita kain biar lebih natural dan fleksibel daripada pita kertas yang udah dibeli sebelumnya. Daun-daun dan selotipnya itu, ide mama buat dibikinin rangkaian bunga. Kain tule warna shocking pink dibeli buat nutup seserahan. Tadinya mau pake mika kayak gini, dengan rangkaian bunga di atasnya:

 

 

Tapi dipikir-pikir, kotak seserahannya sepertinya nggak bisa dipakein mika gitu. Bahannya kurang kokoh. Dari plastik, bukan dari kayu atau bambu L Nggak yakin bisa bagus sih, tapi kalo ingat kata teman saya Iko:  “Apapun bentuk atau bahan kotaknya, asal dihiasnya bagus, pasti secara keseluruhan jadinya bagus kok.” Jadi optimis lagi. Rangkaian bunga akhirnya nggak bisa dipasang di atas seserahan karena Cuma ditutup kain tule yang letoy. Cuma seserahan make-up dan gula aja yang dikasih bunga, itupun ditaruhnya di bagian dalam seserahan.

Setelah 4 hari berjuang dan berupaya, beginilah keseluruhan hasil karya saya dan Nina:

Ditambah hasil karya tante-tante sebelumnya, yang saya beri sentuhan dikit juga:

Oh iya, ada satu lagi, hasil karya saya dan si kk. Yup! Dua hari sebelum hari ‘H’, si kk datang ke kendari. Enak ya dia, udah hampir beres, baru nongol😀 Nih dia kelapa hasil kreasi kita:

Sebenernya, kalo boleh jujur… warna pink itu bukan saya banget. Tapi karena terlanjur milih palette tone pink-putih-hitam, dan warna hitam susah diaplikasikan di seserahan ini, ya sekalian aja gitu semuanya dikasih warna pink. Lil bit corny i guess😦.. But, for the sake of  color tone, let’s tolarate it, shall we? Meskipun begitu, besar harapan saya, agar teman fotografer saya bisa ngambil gambar seserahan ini dengan baik. Apa sih yang nggak bisa buat fotografer yang bagus? Iya nggak sih? Semoga saja. Tinggal tunggu hasilnya.

Full of hope,

C

3 Responses to “DIY err.. DIM Seserahan (For the sake of Color Palette)”

  1. frieska October 10, 2010 at 10:51 am #

    Hyaaaaa ampuuuuuun, lamaran lo nuansanya pink baaaaangeeeet citsky!!!!!🙂

    • citralwi October 19, 2010 at 9:05 pm #

      hehehe… Itu for the sake of color palette aja fries… hiks! Thanks for dropping by ya dear…🙂

Trackbacks/Pingbacks

  1. Dilamar dan dipinang, beda ternyata… « Now, let the journey begins… - October 6, 2010

    […] be continued here […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: