Kalung emas dari Kk

17 Oct

Salah satu item seserahan lamaran secara adat kemarin adalah sebuah kalung emas. Sayangnya sebelum mudik ke Kendari si kalung itu belum sempet kebeli. Ada ide dari si kk untuk ngasih kalung emas peninggalan almarhum ibu kandungnya saja. Tapi kita nggak tahu pasti, apakah perhiasan dari ibunya kk ini masih ada. Secara, beliau meninggalnya waktu si kk masih kelas 6 SD, yaitu sekitar 16 tahun lalu. Dulu, cincin kawin ibu sih masih ada. Cuma, udah diambil oleh K Acha, kakaknya si kk (ribet gini nyebutnya😉 ) untuk dikasih ke istrinya, sebagai cincin kawin. Jadi, sewaktu kk mudik tanggal 8 september lalu, dia berjanji untuk nyariin, kalau-kalau masih ada kalung peninggalan ibu di Polewali. Saya sih, seneng banget kalau misalnya dikasih kalung emas warisan ibu itu, karena mengandung nilai historis. Pastinya akan sangat bermakna buat disimpan bagi anak cucu kita kelak. Apa mau dikata, ternyata setelah dicari-cari, cincin kawin ibu itulah perhiasaan satu-satunya yang masih tersimpan.😥
Alhasil, beberapa hari sebelum acara, saya sempetin nyari-nyari kalung emas untuk seserahan tersebut di toko-toko emas yang ada di Kendari. Ternyata… harganya selangit bok! Bukan apa-apa, waktu bikin cincin di Soulmate, beberapa minggu sebelumnya, saya dan kk dikasih tau harga emas per gram-nya, yaitu sekitar Rp. 265.000. Ya, memang itu belum termasuk biaya pengerjaannya sih. Tapi tetap saja, Rp. 400.000/gram buat saya mahal sekali. Mama berkilah kalau kualitas emas kendari, yang salah satunya ditambang di daerah Bombana, adalah salah satu yang terbaik di dunia. Kata orang-orang lain di Kendari pun juga begitu. Denger-denger media massa udah sering memberitakan soal itu.

Tadinya, saya bersikeras tidak usah beli kalung emas. Toh sudah ada cincin ini. Tapi si kk nggak mau. Soalnya, nggak enak dengan keluarga besar saya. Jadilah, sehari sebelum acara lamaran, saya dan kk nyari kalung tersebut ke pusat pembelian emas di daerah kota lama.Buat saya yang nggak suka perhiasan, apalagi emas, nyari kalung itu sangat sulit. Model-modelnya rata-rata terlalu heboh. Ada juga sih yang polos aja, tanpa bandul. Tapi harganya beda dikit dengan yang pake bandul.

Jadi, setelah bolak-balik, keluar-masuk toko-toko, akhirnya belilah kita kalung ini:

Maap ya.. gambarnya burem. Moto pake kamera hp soalnya😀

Kata si kk, bandulnya itu berbentuk huruf ‘C’, inisial saya. Tapi, menurut saya sih, itu bisa-bisanya si kk aja. Hehe. Waktu dicobain, saya merasa nggak begitu cocok pake kalung emas koneng gitu. Tapi, karena udah terlalu lama nyari, cape juga, ya sudahlah… Setelah dibeli baru nyadar kalau bandul kalung tersebut terdiri dari 2 warna, putih dan rose gold. Matching laahh ama cincin pertunangan/pernikahan saya😀

 

Smile,

 

C

 

Ps: Dikasih dompet kecil warna hijau terang bersulam sebagai tempat kalung tersebut. Hehe… Belum berubah sejak jaman nyokap dulu beli perhiasan emas waktu saya masih SD.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: