Archive | November, 2010

Let’s go to Vegas, shall we?

27 Nov

Kata siapa nikah itu gampang?

Siapa tuh yang kemarin bilang. “Udah, nggak usah pusing nyiapin pernikahan. Langsung ke KUA aja yuk kita?” (- -)!

Heh! Lo pikir ini di USA, yang ada Las Vegas-nya buat pasangan impulsif; hari ini mutusin nikah, hari ini juga bisa langsung sah dan diakui negara sebagai pasutrong??

Unfortunately baby, we’re living in Indonesia.

Di sini, birokrasi adalah segalanya. Dan segalanya pake birokrasi. *lebay*

Deal with it.

Continue reading

Postpone dulu yee…

24 Nov

Calon manten tumbang. Udah 3 hari ini dirawat inap di salah satu rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan. So.. while you’re reading this words, perhaps i still leyeh-leyeh on the not-so-cozy bed in the hospital 😥

Continue reading

The E-Day (Part 2)

18 Nov

Lanjutan dari sini..

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 ketika saya mulai didandanin oleh K’didi. Meskipun di luar riuh rendah dengan segala urusan dan persiapan, di dalam kamar segalanya tenang dan terkontrol. Kecuali di saat-saat Nita masuk dan menunjukkan wajah khawatir dan mulai mengeluh. Ternyata urusan editing belum beres, udah muncul masalah baru; nggak ada laptop di rumah yang udah di-charge. Mau muterin photovideo yang sedang dibikin Nita sambil nge-charge laptop, harus pake kabel roll. Karena nggak ada colokan yang dekat dari posisi laptop yang kudu bersebelahan dengan proyektor. Sementara semua kabel roll udah dipake untuk keperluan yang lain. Alamat di photovideo nggak bisa diputer nih. “Udah nit, jangan dipaksa. Kalau nggak bisa, ya sudahlah.” Gitu kata saya ke dia.

Selama saya didandanin itu, beberapa keluarga bolak balik masuk kamar buat ngeliatin saya. Mulai dari adik-adik saya, tante-tante, sepupu sampai kerabat lainnya. Duh, jadi malu.. berasa artis. Hehehe.. Cerita tentang make-up ini bisa diintip di sini.

Continue reading

The E-Day (Part 1)

17 Nov

Hari Sabtu, tanggal 18 September 2010 , seminggu setelah lebaran itulah acara lamaran slash peminangan slash pelamaran saya dan digelar di rumah orang tua di Kendari sana. Tidak berlebihan rasanya kalau term ‘digelar’ dipake di sini. Pasalnya, orang tua saya mengundang 200 orang tamu. Belum termasuk keluarga dekat dan teman-teman SMP saya. *Nasib anak sulung*

The Numbers

18 September 2010. Bagi saya, tanggal ini bisa dikategorikan angka cantik. lihat saja–> 180910. Seperti angka berturutan bukan? Yah, kalau angka ‘1’ sebelum angka ‘8’ dihilangkan, jadinya 8-9-10. Iya kaan? Well, okay. Rada maksa sih. Tapi biar saja. yang penting mudah diingat. :p

Tadinya, saya pengen acara lamarannya hari Senin tanggal 20 Oktober saja. Angkanya cuantikk bok. 2010-2010. Hanya saja, ide ini ditolak oleh orang tua saya. Takut tamu-tamunya berhalangan hadir karena besoknya harus kerja. Padahal saya inginnya acaranya private saja. Hanya keluarga terdekat. Tapi daripada dikutuk jadi batu sama ibunda yaa.. ya sudahlah. Mending disimpan dulu kekuatannya untuk memperjuangkan tanggal pernikahan =)

Continue reading

We Invite You…

15 Nov

Nggak mau ribet, undangan akhirnya kami bikin di Pasar Tebet.

Berawal dari rekomendasi dari K didi, saya berniat untuk membuat kartu undangan di Sam Arista, Bandung. Sudah sempet browsing website resminya dan bahkan menghubungi kantornya. Tapi karena kesibukan bekerja dan mengurus proses seleksi dan pendaftaran di kantor baru, saya tidak sempat mengunjungi workshopnya. Sekali-kalinya sempat ke Bandung pada waktu weekend, eh.. mereka nggak buka. Selain Sam-Arista, saya juga mendapatkan review bagus tentang Farrel Design Invitation, yang katanya sangat terjangkau dan beberapa seleb mesen undangan pernikahannya di sana. Tapi sama saja dengan Sam-Arista, mereka juga tidak buka di weekend. Jadinya, saya tidak berkesempatan menyambangi kantor kedua vendor ini.

Continue reading

Bikin undangan, di mana ya?

15 Nov

Sama seperti kebanyakan capeng lainnya, saya berharap biaya untuk undangan ini tidak terlalu memakan porsi besar dalam budget. Kalau bisa sederhana tanpa harus mengurangi rasa hormat terhadap tamu yang akan diundang. Jadi, vendor-vendor undangan yang sudah punya standar harga melebihi Rp.10.000,- per lembar sudah dicoret dalam daftar. Tapi karena umumnya vendor-vendor ini punya koleksi yang cantik nan mempesona, saya seringkali blogwalking untuk melihat-lihat design undangan mereka untuk menjadi inspirasi. Beberapa yang luar biasa mempesona adalah:

Continue reading

There will be no reception in Jakarta

12 Nov

That’s our final decision.

Awalnya sempet pengen bikin resepsi sederhana di Jakarta. Dengan jumlah undangan maksimal 100 buah. Sekalian memenuhi impian punya pesta pernikahan yang kecil, intim, sederhana dan… outdoor!

Saya dan si kk kebetulan nggak punya keluarga di Jakarta. Jadi, nggak ada kewajiban dari ortu untuk ngadain resepsi di sini. Di Bandung sih ada. Adik saya, Nita dan adik kk, Si Idu alias Edu alias Edo :). Tapi kan itu nggak bisa masuk hitungan.. Tapi rasanya, ingin juga bisa menjamu rekan kerja, teman dan sahabat di sini. Apalagi, saya dan kk dulu kuliahnya di Bandung. Jadi, kalau dihitung-hitung, si Kk udah 9 tahun berdomisili di pulau Jawa. Sementara saya sendiri ‘baru’ 7 tahun. Otomatis, ada beberapa relasi yang lumayan dekat dengan kita.

Tapi… apa mau dikata. Money talks.

Continue reading

H-3 Months

7 Nov

Liat ticker factory sticker di sebelah kanan sono, ternyata tinggal 3 bulan dan 4 hari lagi sebelum saya dan kk jadi pasutri. Ihhh.. kayaknya nggak banget gitu yaa istilahnya–> pasutri. Hihi…

Bagaimana dengan persiapan acaranya? Hmm… let’s check it out!

Continue reading

Referensi Vendor Dekor Oke!

7 Nov

Buat yang domisilinya di Jakarta Bandung dan sekitarnya yang lagi nyari dekorator buat acara kawinan atau acara apapun juga, bisa coba deh cek vendor-vendor ternama berikut ini:

1. Lotus Design

Jl. Suren I No. 12 Kebayoran Baru, Jakarta

Telp: (021) 722 5377

Email: lotus_d3sign@yahoo.co.id

 

2. Soeryanto Decoration

Jl. Tawakal Raya Ujung 13 C, Jakarta Barat

Telp: (021) 560 3337

 

Continue reading

Dream Decoration

7 Nov

Meskipun untuk masalah dekorasi, bisa dibilang saya nggak terlalu nuntut macem-macem tapi saya berharap si tante teman mama yang jadi dekoratornya bisa masang segala properti dengan rapi. Nggak bisa pake bunga asli pun saya pasrah. Kalau bisa sih, nuansa ‘warna’-nya keluar, sesuai dengan pallete color yang udah saya kasih ke beliau lewat mama. Misalnya dari kain dan tenda. Seperti ini:

Tapi kalaupun nggak bisa, juga nggak apa-apa deh. Asal rapi dan bersih aja, udah cukup.

Di luar dari itu, rencananya kalau sempet saya pengen nambahin beberapa item untuk dekorasi acara kawinan nanti. Rasa-rasanya sih, saya bisa ngadain sendiri ‘perlengkapan’ seperti:

Continue reading