Bikin undangan, di mana ya?

15 Nov

Sama seperti kebanyakan capeng lainnya, saya berharap biaya untuk undangan ini tidak terlalu memakan porsi besar dalam budget. Kalau bisa sederhana tanpa harus mengurangi rasa hormat terhadap tamu yang akan diundang. Jadi, vendor-vendor undangan yang sudah punya standar harga melebihi Rp.10.000,- per lembar sudah dicoret dalam daftar. Tapi karena umumnya vendor-vendor ini punya koleksi yang cantik nan mempesona, saya seringkali blogwalking untuk melihat-lihat design undangan mereka untuk menjadi inspirasi. Beberapa yang luar biasa mempesona adalah:

1. Siem Offset

Ketiga gambar di atas, ngambil dari sini

2. Nab Classic

Gambar di ambil dari sini

 

Kedua gambar di atas, diambil dari sini

 

3. Kartu Reva

Gambar-gambar di atas diambil dari sini

4. Artic

5. Maple

6. Paper Concepts

7. Paperworks

Berhubung harga undangan dari vendor-vendor di atas jauh di atas kemampuan kita, akhirnya nyari vendor-vendor lain yang bisa bikin undangan rapi, tanpa harus membuat kita merogoh kantong terlalu dalam. Yaitu

1. Hikari

Gambar diambil dari website Hikari Card

 

Desainnya bagus-bagus dan sepertinya harganya masih terjangkau. Tapi setelah baca review di sini, di sana dan di mari, akhirnya membatalkan niat make vendor ini. Karena takut nantinya bikin deg-degan. Padahal udah sempet ngubungin juga.

2.  Sam-Arista

Gambar diambil dari website Sam Arista

3. Farrel Design

Belum pernah liat contoh undangannya. Tapi menurut review di sini dan di sana, di sono, katanya bagus, murah dan memuaskan. Tapi ada juga sih, review kurang menyenangkan di sebelah sini.

Dan… Akhirnya, setelah proses nyari-nyari info dan browsing dan kunjungan langsung, akhirnya kita bikin undangannya di… Pasar tebet. Hahaha!

Tunggu cerita berikutnya ya…

Love,

C

2 Responses to “Bikin undangan, di mana ya?”

  1. POINT STYLE December 20, 2010 at 11:03 am #

    Hai Mbak,

    Sudah dapat percetakan belum?
    Klo belum mungkin qta bisa bantu Mbak untuk pembuatan undangannya..
    Untuk waktu pun qta juga fleksibel..
    Janjian ketemuan di luar juga bisa..
    Kalau Mbak berminat bisa liat di FB qta di
    FB : PERCETAKAN ARSITEKTUR atau email qta aja ya Mbak di pointstyle_print@yahoo.com

    Qta juga sedang ada banyak promo Mbak seperti undangan kalender full colour Rp. 3.900,-*

    Ditunggu ya…

    Trima kasih

  2. Eva May 20, 2013 at 11:28 am #

    Situs mbak Anggraini ini adalah alasan kenapa saya terjebak untuk pakai Hikari Card. Satu keputusan terburuk yang saya ambil dan keputusan yang saya sesali disepanjang bulan Mei ini. Memakai Hikari Card adalah keputusan yang sangat melelahkan baik batin maupun fisik. Mbak Anggraini, saya mau ikut meluruskan agar jangan ada lagi yang seperti saya ini.
    Kronologisnya seperti ini:
    1. Sekitar satu setengah bulan sebelum hari H saya menghubungi Mas Adit dengan perasaan ceria dan pertemuan dengan beliau berjalan dengan lancar. Dalam pertemuan pertama ini saya menyampaikan harapan2 saya terhadap undangan dan juga Mas Adit menyampaikan prosedur pembayaran dan desain undangan. Mas Adit menyanggupi untuk menyelesaikan sebagian undangan satu bulan sebelum hari H dan sebagian lagi satu minggu setelahnya. Dia juga menjanjikan bahwa malamnya akan mengirimkan opsi desain.
    2. Desainnya saya terima satu hari setelahnya, tapi hal ini menunjukkan ‘good sign’ kemudian saya memutuskan untuk memakai Hikari Card. Setelah mendapatkan desain saya mentransfer 30% dari harga undangan ke account Ria Anggraini di Bank Mandiri (@12,000) untuk mendapatkan dummy (prosesnya cukup lancar dan sangat menjanjikan).
    3. Proses melambat saat dummy sudah di approve dan 85% dari undangan sudah ditransfer… Janji mas adit itu sangat tidak bisa dipegang.. Kemungkinan kejadiannya cuman 0.01%. Di telpon susahnya minta ampun di email kadang di response kadang tidak. Undangan akhirnya dikirim dengan 10 hari keterlambatan (yang sudah membuat ibu saya senewen dan sedih sekali).Masalahnnya dalam prosesi perkawinan kan adalah bagaimana kita membuat orang tua bahagia, dan bukannya stress. Sebelum undangan dikirim ke Bandung, Mas Adit minta sisanya dibayarkan lagi alasannya untuk ongkos. Akhirnya sisanya saya bayarkan sesuai permintaan.
    Berikut kondisi undangan yang saya terima:
    1. Dari 200 undangan yang saya periksa 14 diantaranya robek!!
    2. Kartu undangan tidak sama ketebalannya
    3. Peta lokasi sama sekali tidak terbaca dan salah eja “SUDIRMAN” ditulis “SUDRMAN”
    Sayangnya ibu saya sudah melihat hal ini dan langsung stress berat… Saya sangat sediiihhh sekali…
    4. Saya akhirnya memutuskan untuk membawa undangan2 ini dari Bandung untuk dikembalikan ke Jakarta di satu-satunya alamat Mas Adit yang saya ketahui yaitu Jalan Karya Pemuda No. 10, Kompleks Kavling UI, Depok. Saya juga kirim pesan bahwa saya perlu bertemu dengan dia untuk menyelsaikan kasus undangan ini. Saya juga menyampaikan bahwa ibu saya sangat sedih dan kecewa. Di depok saya menuturkan kekecewaan saya dengan baik-baik (gak pake marah2 lho) dan saya menyampaikan betapa hal ini membuat ibu saya terpukul dan sedih. Mas Adit saat itu menanggapi dengan penuh pengertian (mungkin hal ini juga yang membuat orang2 ambil vendor ini), tapi akhirnya setuju untuk mencetak ulang dengan tambahan biaya 2.6 juta. Saya menyetujuinya. Dia berjanji untuk mengirim undangan hari jumat malamnya. (kurang lebih satu minggu).
    5. karena pengalaman sebelumnya saya terus terusan mengirimkan pesan ke mas adit untuk memantau, tapi sampai hari kamis tidak ada respon yang menandakan bahwa undangan ini sedang dikerjakan. Hari kamis malam saya sampai telpon lebih dari 50 kali dan tidak diangkat. Malamnya mas Adit telpon saya mengatakan bahwa undangan tersebut baru selesai cetak dan belum di 1) folie (tulisan emas) 2) Emboss 3) lipat 4) tempel. Mas Adit bilang ini mungkin baru selesai hari Minggu Malam.. (WHAAAATTTTT?!?!?) Saya bilang sy tidak bisa kasih tau ibu saya ini baru selesai minggu malam. Saya paksa dia cari vendor finishing yang lain agar bisa selesai jumat malam.
    6. Jumat pagi saya telpon lagi minta progress katanya sekarang dia memproses undangan ini di 2 vendor percetakan untuk folie dan rencananya akan diembos pada hari yang sama
    7. Sabtu pagi saya telpon lagi katanya sedang dalam proses lipat di percetakan pondok labu dan akan selesai sabtu malamnya. Sabtu malam saya follow up lagi, ditelpon berulang ulang gak diangkat. STRESSS SEKALIIII!!!!! Saya akhirnya minta desainernya hikari untuk kasih tau saya rumah produksinya di pondok labu.
    8. Jam 9 malam mas adit telpon saya (akhirnya) dan bilang bahwa kalau undangan mau diambil di pondok labu silahkan akan selesai jam 11 malam (Omigod). Saya bilang oke sekarang saya akan kesana sekaligus mengawasi. Bukannya punya niat baik nungguin, mas adit malah bilang, mbak saya pulang dulu ya…. (chicken bangett!!!)
    9. Akhirnya jam 10 malam saya sampai di sebuah percetakan specialisasi finishing yang kecil mungil dengan 3 orang mas2 yang sedang melipat amplop, menempel undangan saya. Saya dan teman saya akhirnya ikut melipat, melakukan quality control (dari undangan yang baru sekitar 50 robek yang saya buang saat itu juga), dan memasukkan undangan ke dalam amplopnya, mengepak, dan juga mengangkat kardusnya ke dalam mobil… (Padahal saya yang bayar lhooo)… Dan jam berapa selesainya? JAM EMPAT PAGI!!!!! dan mas adit dimana? ya dirumahnya doooong….

    Mas mas dan mbak mbak kalau gak siap begadang dan ngawasin produksi sebaiknya pakai vendor yang jelas juntrungannya, ada tempatnya dan kalau bisa tau tempat produksinya…

    Salah saya terlalu cepat percaya sama Mas Adit… Sekarang masih harus struggle karena saya pesan souvenir juga dari Hikari. Omigod!!! Jangan sampai ada lagi yang kayak saya gini deh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: