We Invite You…

15 Nov

Nggak mau ribet, undangan akhirnya kami bikin di Pasar Tebet.

Berawal dari rekomendasi dari K didi, saya berniat untuk membuat kartu undangan di Sam Arista, Bandung. Sudah sempet browsing website resminya dan bahkan menghubungi kantornya. Tapi karena kesibukan bekerja dan mengurus proses seleksi dan pendaftaran di kantor baru, saya tidak sempat mengunjungi workshopnya. Sekali-kalinya sempat ke Bandung pada waktu weekend, eh.. mereka nggak buka. Selain Sam-Arista, saya juga mendapatkan review bagus tentang Farrel Design Invitation, yang katanya sangat terjangkau dan beberapa seleb mesen undangan pernikahannya di sana. Tapi sama saja dengan Sam-Arista, mereka juga tidak buka di weekend. Jadinya, saya tidak berkesempatan menyambangi kantor kedua vendor ini.

Karena sudah terdesak oleh waktu, akhirnya saya memutuskan untuk membuat undangannya di Pasar Tebet, yang berjarak hanya beberapa kilo dari kosan. Sempet ragu juga sih sebelumnya. Karena ada beberapa review negatif tentang vendor-vendor di sini. Tapi karena waktu semakin mepet dan karena kedua sahabat baik saya, Maya dan Kiki, juga membuat undangan pernikahan di sini, saya singkirkan jauh-jauh kekhawatiran saya.

Maka, beberapa minggu yang lalu, ditemani kk dan setumpuk majalah kimpoi berisi contoh design undangan, saya pun menuju Basement Pasar Tebet Barat di…. Tujuan awal adalah Batang Printing, karena belum pernah nemu review negatif tentang vendor ini.  Dan menurut hasil survey kiki, harganya sangat-sangat murah. Sayangnya, tempatnya nggak begitu nyaman karena seperti counter terbuka, agak sempit dan panasss.. Tapi si Ibu yang melayani kita, sangat-sangat ramah dan melayani sepenuh hati selama kurang lebih 1 jam. Karena masih bingung dengan design yang kami inginkan, kami pun cabut dari situ dengan janji akan menghubungi kemudian via email, jika sudah ketemu design yang kami inginkan.

Tak dinyana.. sesudah dari Batang Printing, Kk tumben nawarin untuk lihat-lihat vendor lainnya. Saya pun langsung kepikiran untuk ke By Antz, vendor si Kiki. Meskipun pernah baca review negatif tentang vendor ini di sini dan menurut Kiki, harganya di atas vendor lain di Pasar Tebet tersebut. Tapi karena penasaran, akhirnya mampir ke sana juga.

Ternyata.. lokasinya nyaris bersebelahan dengan Batang Printing tadi. Sebenernya saya nggak enak masuk ke By Antz karena tadi udah janji ke ibu di Batang Printing. Tapi Kk berhasil meyakinkan saya, untuk bersikap santai dan mengabaikan rasa tidak enak tersebut. Begitu masuk ke Counter By Antz, kami langsung disambut dengan hawa sejuk dari AC.  Meskipun juga tidak terlalu besar, setidaknya counter By Antz relatif lebih nyaman dibandingkan stand/counter vendor lain di situ.

Dibantu dengan  2 orang marketingnya, yaitu Hadi dan Ika, kami pun melihat-lihat design yang ada. Alhamdulillah, koleksinya lebih variatif dibandingkan Batang Printing. Sembari saya menjelaskan dan memperlihatkan contoh-contoh undangan yang saya inginkan dari majalah yang saya bawa, Hadi dan Ika menunjukkan koleksi mereka yang mirip dengan gambar-gambar tsb. Untungnya mereka cukup sabar menghadapi saya yang nggak jelas kemauannya, karena ingin ini, ingin itu, ingin semua. Haha!

Hati saya langsung bersorak kegirangan ketika menemukan satu undangan dari beludru berwarna ungu dan berbungkuskan mika sebagai amplop. Bentuknya memang unik, persegi panjang yang lebar horizontal. Begitu pula dengan kalimat undangannya yang sederhana, straight to the point dan dibuat dalam kalimat yang memanjang ke samping, mengikuti bentuk undangan (bukan ke bawah sebagaimana lazimnya undangan kawinan). Tapi yang lebih menggetarkan hati adalah ketika saya menemukan logo ini, di halaman depan undangan:

Logo ‘Telenga saramami’ ini (jangan tanya artinya, saya sendiri nggak tahu) adalah semacam simbol suku Tolaki, suku saya. Dan adalah suatu keharusan bagi kami, yang berasal dari suku ini, untuk membubuhkan logo ini dalam undangan pernikahan. So.. yang menikah pasti suku Tolaki. Wow! Jarang-jarang ketemu sesama suku, di perantauan.

Ternyata, empunya undangan tersebut adalah senior saya waktu SMP. Anak salah satu pejabat yang berasal dari keluarga terpandang turun temurun di Kendari. Kebetulan si Mbak itu memang dulu sempat berkuliah di Jakarta. Jadi, wajar saja, jika kemudian dia memilih membuat undangan pernikahannya di sini. Nggak ada vendor yang bisa design elegant dan sophisticated seperti itu di Kendari sih..😀

Yang nggak wajar adalah harganya: Rp. 17.000,- saja. Untuk 1500 undangan. Maaaakkk!!

Langsung deh, menyimpan kembali undangan itu ke tempatnya semula. Sembari nyuri-nyuri ngelus beludru-nya yang cantik..  :’)

Balik ke kursi, nemu si Kk yang sebelumnya pasif, lagi heboh milih-milih. Tampaknya desye jadi excited setelah melihat hasil cetakan By Antz yang lebih rapi dan mulus ketimbang Batang. Apalagi setelah dia nemu contoh undangan ini:

Dan ini:

Langsung pengen deal aja dia. Undangan pertama untuk acara akad dan resepsi di Kendari. Sedangkan undangan kedua untuk resepsi di Polewali.

Saya sih masih kurang sreg. Pengen ada sisipan seperti ini di undangan berikut:

Soalnya pengen ada kartu pengganti buku tamu, undangan akad dan resepsi. Dan foto. Well.. i admit .. it’s lil bit corny. Tapi si mamah pengen banget ada foto saya dan si kk. Biar kayak undangan anak temen-temannya (-_-)” Jadi, untuk mengakalinya, fotonya pengen dibuat hitam putih di selembar kertas, menyerupai post card yang tersembunyi di sisipannya. Biar nggak norak-norak amat dan masih sedikiitt ellegant.

Untuk itu sih, si kk masih bisa tolerir. Tapi nggak dengan PITA dan logo inisial gede yang timbul seperti ini:

Pokonya dia nggak mau. TITIK. Padahal kan kalo design-nya bagus, bisa jadi lucu tuh undangan dengan kedua elemen tersebut.

Dia juga udah kepincut banget dengan warna undangan dark chocolate-white dan black-white itu. Padahal kan, pallete color kita untuk resepsi adalah: red-turqouise. mari kita ulang sekali lagi…–> red-turqouise-white. Lho kok, ada White? Iya… jdnya mau saya tambahkan ‘white’ biar nggak terlalu ‘silau’ warna dekornya nanti. (Mudah-mudahan ke plin-plan an ini berakhir sampai di sini..) Untuk masalah warna ini, akan didiskusikan lebih lanjut dengan designernya nanti.

Kk emang paling demen dengan segala sesuatu yang sederhana tapi elegant. Sayangnya biasanya barang-barang yang disukainya itu harganya rata-rata nggak bersahabat dengan kantong kita. Gih, kenalan dulu..

Undangan pertama, dikasih harga Rp. 10.000,- sedangkan undangan kedua  Rp. 7.500,-. Gile! I was thinking to find out something arround Rp. 5K back then.

Setelah proses tawar menawar selama 30 menit (I am serious! It was like forever..!) akhirnya, kita deal di: Rp. 9.500 untuk undangan pertama. Sedangkan untuk undangan kedua, kita belum deal. Soalnya saya keukeuh kalo harga segitu nggak sepadan dengan designnya yang ‘biasa’ saja, IMHO. Setelah DP, Ika dan Hadi berkata bahwa langkah selanjutnya bagi kami adalah: Menunggu email dari mereka untuk bikin janji dengan designernya.

So.. kita pun pulang dengan hati riang. Bersenandung sepanjang jalan. Lega karena satu lagi urusan yang berhasil dilalui.

PS: Sampai hampir seminggu kemudian, kami tidak menerima email dari By Antz. Ketika saya menelpon By Antz, Hadi menanyakan kenapa kami tidak langsung datang saja. Haa?? “Lha katanya suruh nunggu email dari By Antz, mas..” Kata saya. “Aduh, email saya rusak nih mbak. Jadi nggak bisa ngirim design-nya.” Ya aloh… kok nggak nelpon ya? Kan sudah dikasih nomor HP. Lagian, mana kita tahu ya kalo emailnya rusak, kalo nggak bilang-bilang? Gitu tanya saya. Dalam hati saja. Dia pun meminta kami datang hari Sabtu. “Waktu itu kan kita udah bilang mas, Alwi-nya kuliah Jum’at-Sabtu. Jadi Cuma bisa hari kerja dan minggu.” Dan dia pun bertanya: “Terus kenapa nggak datang hari kerja? Kan udah janji datang hari kerja waktu itu.” Saya pun nyaris esmosi: “Kan nunggu email dari By Antz”.

Uh! Ya Allah.. Jangan sampai ini sinyal-sinyal buruk. Nggak mau lagi saya ketemu vendor yang nyebelin. Tolong ‘Aim Ya Allah…

….,

C

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: