What? Uh? AGAIN???

15 Dec

Here’s the thing:

Saya keluar dr RS dengan diagnosa tifus+infeksi empedu pada tgl 27 November 2010. Oleh dokter, sy diminta untuk bed rest di kosan selama 4 hari. Sampai dengan tgl 1 Desember 2010, ketika sy harus check-up dan USG lagi. Tanggal 2 Desember 2010, sy baru diperbolehkan beraktifitas.

Masalahnya:

1. Saya belum menyelesaikan urusan administrasi resign. Pada tgl 19 November (jumat, 2 hari sebelum saya dirawat di RS), saya sudah menyerahkan dokumen yg diperlukan kepada atasan. Sayangnya, atasan tsb sedang luar biasa sibuk dengan urusan kantor yang sangat esensial. Sehingga beliau belum bisa melakukan exit interview sebagai jalan pembuka bagi saya untuk melakukan exit interview dengan HRD dan urusan administrasi dan serah terima lainnya.

2. Tgl 29 dan 30 November, saya dijadwalkan untuk melakukan pendaftaran ulang dan melapor ke bagian di kantor baru. Jadwal ini tidak fleksibel mengingat kantor baru saya tersebut adalah instansi pemerintahan di mana semua komunikasi dengan CPNS dilakukan satu arah. (Ya! Saya berganti haluan, dengan menjadi abdi negara dan masyarakat, insya Allah)

3. Tgl 1 Desember adalah hari pertama saya sebagai CPNS. Mau tidak mau, saya harus masuk.

4. Saya harus pindah kosan ke daerah yang lebih dekat dengan kantor. Demi efisiensi (kosan lama saya di daerah kuningan, yang terkenal sebagai area kosan dengan harga luar biasa tinggi) dan supaya saya tidak terlalu cape.

 

Jadi, bed-restnya cuma tgl 28 saja. Saya juga tidak check-up dan USG lagi (udah resign, siapa yang mau bayarin?? Muahaall bok?). Agak sempoyongan sih. Waktu saya pindah kosan bahkan sempat terjadi insiden ketika saya pusing dan sesak napas gara-gara ngangkat barang-barang yang naujubile banyaknya (hasil timbunan 7 tahun). Untungnya ada si kk, yang sedia membantu, sementara saya terkapar lemah tak berdaya. Selain itu, saya juga mencoba mengatur pikiran agar tetap positif dan terus menerus berkata pada diri sendiri, bahwa saya sehat dan kuat.

 

Berhasilkah?

 

Ya, untuk beberapa waktu. Saya begitu terlena dengan vitalitas yang baru saya raih dan kembali ke urusan persiapan perkawinan.

 

Yuks maree jeung!

 

Hingga akhirnya, hari Sabtu tgl 11 desember lalu, badan saya kembali hangat dan hidung meler. Awalnya saya pikir karena cuaca yang selalu berubah. Makanya, saya nekat menuju vendor-vendor dengan kendaraan umum. Sementara si Kk sedang ujian akhir di kampus.

 

Ketika sedang berada di Pasar Tebet Barat, kaki saya mendadak ngilu tak karuan. Beberapa saat kemudian, saya mendapati diri sedang berjongkok di depan selasar. Lemes banget bok. Untungnya salah satu dosen kk berhalangan hadir. Jadi, dia bisa pulang lebih awal dan nyamperin saya di sana.

 

Karena udah kadung, saya ngajakin kk untuk ke vendor-vendor yang ada di sekitar daerah situ. Alhamdulillah, beberapa urusan beres.

 

Besoknya, saya sudah tidak flu lagi. Dengan penuh semangat, langsung meminta kk nganterin ke beberapa tempat untuk ngelanjutin urusan perkimpoian. Menjelang tengah hari, saya mulai merasa lidah pahit, badan pegel, lemes, selalu pengen nyender. Tapi saya tahan. Sampai sesudah ngurusin jas kk di mal taman anggrek, saya melihat bayangan wajah saya di cermin pucat pasi. Bibir warna putih. Padahal tadi pake lipgloss (penting ya?). Tapi kayaknya si kk nggak nyadar. Malah ngajakin nonton rapunzel 3D di XXI (¬˛ ¬ ”). Padahal, saya sudah minjem sweaternya dan menggigil kedinginan. Saya pun menolak dan berkata bahwa saya tidak kuat dan tidak enak badan. Dia sempet membujuk dan merayu. Dipikirnya saya cuma pegel-pegel biasa. Tapi saya keukeuh. Ya iyalah, kalo nggak, saya bisa pingsan di depan banyak orang.

 

Balik menuju kosan saya, si kk mulai ngeh kalau kondisi badan saya tidak biasa. Pas nyentuh dahi saya, eh.. Dia kaget. Karena panasnya lumayan tinggi. Ya gimana enggak, pas sampe kosan, saya ngukur pake termometer, air raksanya menujuk 39 derajat celcius. Tak kurang barang seinchi pun.

 

Setelah itu, saya mulai nggak fokus. Kk ngubungin Nina, adik saya yang kebetulan adalah seorang dokter dan beliin makanan dan obat-obatan sesuai yang diarahkannya. Sejam kemudian, panas saya masih bertahan di angka 39. Syukurlah, 1 jam berikutnya sudah turun ke 38. Paginya, panasnya turun lagi ke 37.

 

Berhubung hari senin pagi itu adalah hari pertama penempatan saya di bagian yang ditunjuk, saya merasa wajib hadir. Apalagi sesuai peraturannya, cpns di tempat saya tidak ‘diperbolehkan’ sakit. Kecuali masuk RS. Jadilah, saya datang ke kantor meskipun Nina menyuruh saya bedrest di kosan karena curiga tifus saya kambuh lagi. Cuma bertahan 1,5 jam, akhirnya saya tumbang. Untungnya ada semacam tempat beristirat di bagian saya. Jadi, sepanjang hari, saya berbaring di situ, sampai akhirnya pulang pada pukul 17.00. Ketika itu, kata teman-teman, wajah saya sudah pucat ‘seputih kapas’. Meskipun saya merasa panasnya sudah hilang, berganti lidah yang pahit dan badan yang lemas.

 

Pulang ke kosan, saya langsung menuju tempat tidur. Lalu menghubungi kk supaya datang ke kosan, membawakan makanan dan vermint (pil yang berisi cacing. IYA! Cacing!!) Sesuai rekomendasi orang-orang yang pernah tifus. Ditunggu-tunggu, si kk tak kunjung datang karena macet. Sementara panas saya sudah kembali ke 38,6. Setelah menunggu 2 jam, akhirnya dia datang dan saya pun makan serta minum obat. Panas badan menjadi 38,8. Saya membungkus diri rapat-rapat menggunakan 2 selimut, kaos kaki dan kaos tangan. Dua jam kemudian, saya berkeringat dan panasnya turun menjadi 38,3. Tapi badan rasanya sudah kepayahan. Saya akhirnya menyerah dan…

 

Akhirnya, saya kembali dibawa ke UGD RS terdekat.

 

Setelah cek darah, dokter menyatakan bahwa kemungkinan besar saya.. Bukan kambuh tifus (kalau bakter itu sih, bakal terus ada di usus selama plg tidak 1 tahun, kata dokternya) tapi.. Panas tinggi, linu dan lemes itu karena saya kena Demam Berdarah. Kembali deh kita diinfus lagi. Disuntik lagi. Diambil darah tiap hari. Pembuluh darah saya bakal kembali hancur lagi. Ditanyain “nggak ada yang nungguin ya mbak?” Lagi ama suster-suster. Ecuaapppee dechh!!

 

Pagi ini, saya tentu saja tidak bisa ke kantor. Ya sudahlah. Saya sudah tidak punya kekuatan lagi. Pasraahhh..

 

Urusan persiapan kawin belum rampung sepenuhnya. Sutrahlah.. Eke udah pussyyiiinggg. Ya daripada mati, kan nggak bisa kewong kita. Kalau ada kekurangan di sana-sini, nggak apa-apalah yaawww… Yang penting sah jadi istri kk, bisa dapat plafond kesehatan tak terbatas. Secara kalau masih cpns gini, belum di-cover kesehatan apa-apa. Setahun lagi, insya Allah bisa dapat askes sebagai PNS. Hmm.. Mending nebeng plafond kk ajah ahh..😀

 

Peace,

 

C

 

*thanks for bb for letting me write this article while laying in the bed.

One Response to “What? Uh? AGAIN???”

  1. citra December 16, 2010 at 3:02 pm #

    Duh….
    masa’ balik RS lagi mba?
    istirahat bener2 yaa,
    kan udah beres urusan resign2an-nya,
    jadi bed rest-nya harus total sampe sembuh….
    get well soon….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: