Balada Jas Si Kk

1 Jan

Awalnya mau bikinin beskap modifikasi aja untuk kk di acara resepsi di Kendari nanti. Soalnya:

1. Match dengan kebaya eike

2. Ketemu penjahit beskap super murah di daerah Jakarta Barat

Tapi setelah mikir-mikir, saya bujuk kk untuk mesen jas aja. Soalnya dese belum punya jas. Iye.. Beneran! Dia belum pernah punya jas. So, instead of bikin beskap sekali pake, mending mahal dikit tapi bisa dipake berulang-ulang. Lama bujukin kk ini. Soalnya biaya pernikahan kita udah bengkak. Dan dia nggak mau buang-buang biaya untuk hal yang menurut dia nggak terlalu penting (dan dengan suksesnya membuat saya merasa tersindir karena splurge spending di kebaya resepsi).

Belakangan, karena saya memilih menjadi abdi negara dan abdi masyarakat (dan meninggalkan comfort zone di kantor lama dengan segudang fasilitas dan penghasilan yang lebih dari cukup), terpaksa kontribusi kk di acara kawinan ini menjadi jauuh lebih besar dari sebelumnya. Terpaksa dia nabung habis-habisan. Padahal dia nggak setuju tuh saya resign dengan posisi dan penghasilan yang sangat menjanjikan di kantor lama. Di wedding expo yang diadain Weddingku awal Desember lalu, kebetulan banyak promo jas dari vendor-vendor terkenal. Setelah kunjungan pertama hari jumat, saya pun ngajak kk ke sana hari minggu. Meskipun ogah-ogahan, akhirnya mau juga dengan iming-iming food test.

Setelah itu, ngajak kk ke brutus yang emang saya naksir berat. Menurut saya sih, model dan bahannya tuh beda. Lebih elehhantt, modern dan nggak dangdut. Tapi emang harganya lumayan mencekik. Buat komparasi, kita terus ke Harry’s Palmer. Kata si Kk sih, dia nggak bisa bedain dengan bahan Brutus. Sama aja di mata dia. Harganya lebih bersabahat dan harga promo yang tercantum masih bisa dinego lagi. Akhirnya kita DP di Harry’s Palmer.

Jalan menuju pintu keluar, dirayu sama salah satu marketing Ri**ar* jas. Terus saya pikir nggak ada salahnya. Sapa tau bisa bikin di sini juga, mengingat kita ada 3 resepsi. Atau buat bikin jas biasa di kemudian hari. Tapi begitu yang punya (owner) tahu, kalo kita udah DP di tempat lain (my mistake), dia langsung ngamuk dan ngusir kita. Sumpah! Seumur-umur belum pernah ketemu vendor kawinan sekasar itu. Ih! Belum tahu the power of WOMM ya? Tunggu aja saya sebarin ke seluruh angkasa raya.

Pulang dari situ, si kk bete. Jadilah saya yang disalah-salahin. Ya, terima saja. Setelah itu, seminggu nggak pernah bahas tentang jas lagi. Sampe akhirnya Ibu nelponin kk, suruh bikin 2 jas. Si kk jadi pengen ngubah deal dengan Harry’s Palmer (HP) di pameran, dari 1 stel jas kualitas tinggi ke 2 stel jas kualitas biasa.

Akhirnya di suatu weekend ketika kondisi sedang amat sangat kurang fit, saya nemenin kk ke Mal Taman Anggrek. Syukron! Ana berbahagia karena marketing dan cs-nya baik buangets! Ngelayanin sepenuh hati, ga pernah menunjukkan ekspresi kesel sama sekali meskipun kita plin-plan bin rese ganti-ganti model dan bahan. Pantesan aja HP rame dan laku, nggak kyk Ri**ar* (masih dendam kesumat). Hehe. Ini suasana ketika nyobain model dan ngukur badan. Sebenernya sih saya agak takut kalo nantinya kk dan saya nggak match di pelaminan karena saya pake kebaya dan dia pake jas. Tapi setelah melihat pasangan markus-kiki dan Choky-istri (sori, ga tau namanya siapa hihihi), saya jadi cukup tenang. Palingan tinggal disesuaikan aja warna rompi dan dasinya dengan warna kebaya/kain bawahan saya. Kata si mbak Ika, marketing kita yang baik hati, jas bisa juga dipaduin dengan tingkepan (itu lho.. Sarung di atas celana), kalo misalnya rompinya dilepas. Berhubung saya sudah membuat 2 buah kain tolaki untuk resepsi kendari, ide ini boleh juga dipertimbangkan.

Kk nyobain jas

Oh iya, serunya… Setelah acara, kita bisa mengganti kancing dan melepas satin yang ada di jas supaya jasnya bisa dipake dimana-mana. Terus, bisa dikecilin dan digedein lagi kapan aja, for free. Iya, no charge at all. Asal bahan jasnya cukup ya (it means, kalo digedein, nggak bisa terlalu ekstrim). Karena kk nggak pake kaos tangan, jadi kita dikasih tambahan dasi. Total dasi yang kita dapat ada 3. Semuanya boleh beda model dan beda warna. Tinggal pilih. Akhirnya kita batal downgrade jas supaya dapat 2 stel jas. Setelah dipikir-pikir, untuk acara resepsi di Polewali, kita pake baju adat asli aja. Jadi sewa 1 pasang. Biar nggak pusing dan repot. Sekarang berarti tinggal sepatu si kk aja.

Ciaww

C

Ps: setelah pulang dari HP, saya demam tinggi, sampai akhirnya dibawa ke RS untuk rawat inap. Sampe sekarang masih dirawat bok*. So sad…

Pss: Ditulis minggu ke-3 Desember 2010

One Response to “Balada Jas Si Kk”

  1. citra January 4, 2011 at 1:16 pm #

    postingannya marathon ni mba….
    Hehe….
    Kenapa pake d sensor sii mba nama penjahit jas-nya?
    Kan katanya mw disebarin k seantero jagad raya….
    Hehe….
    *kompor mode : on*😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: