I have thrown it away to the Indian Ocean

1 Jan

Bertahun-tahun lalu, mama pernah berkata kepadaku bahwa biasanya ketika seseorang hendak menikah, badai akan datang untuk meruntuhkan benteng pertahanan kita dan memporak-porandakan kepercayaan dan rencana pernikahan yang kita susun. Badai itu bisa berupa munculnya seseorang dari masa lalu yang tidak disangka-sangka. Saya kembali teringat kata-kata beliau tersebut beberapa waktu terkakhir ini. Dengan penuh kengerian saya berdoa agar di sisa waktu menjelang pernikahan ini dan seterusnya, baik saya maupun kk, tidak mengalami hal semacam itu. Mendekati pun jangan sampai.

Kenyataannya sodara-sodara sekalian…, ada beberapa teman yang mengaku kepada saya, bahwa beberapa bulan, minggu atau hari sebelum pernikahan, bertemu secara khusus dengan mantan pacar. Makan, jalan atau nonton berdua. Tanpa sepengetahuan calon suami/istri mereka. Untungnya, tidak terjadi sesuatu hal yang diinginkan tidak diinginkan. Setidaknya untuk hal-hal yang dapat terlihat secara kasat mata. Entah di dalam bagaimana. Seperti kata pepatah: “Dalamnya laut dapat ditebak, dalamnya hati siapa yang bisa menduga.” Or something like that.

Bukannya tidak percaya terhadap diri sendiri atau hubungan dengan si kk. Biar bagaimanapun, we’ve been together for almost 7 years. So, it’s pretty much like there is no other option for us. We’re bound to each other in some particular ways  no words can’t express. Hanya saja, harus diakui bahwa isu ini agak sensitif buat kami berdua (baca: cemburuan). Jadi, akan jauh lebih nyaman bagi kami untuk menjaga perasaan satu sama lain.

Saya juga pernah mendengar cerita tentang seorang perempuan yang terus menerus menghubungi mantan kekasihnya sewaktu SMA, hanya beberapa waktu mendekati hari H pernikahannya. Dia bahkan menelpon lelaki itu, di malam sebelum akad nikah berlangsung untuk menyatakan penyesalannya. Dan reaksi lelaki itu? Kasihan mungkin ada. Tapi lebih banyak mempertanyakan (kalau tidak bisa dibilang mencemooh) sikap perempuan tersebut. Karena menurut cerita, lelaki ini tidak lagi mempunyai perasaan apapun kepadanya.

Cerita yang sangat memprihatinkan.

Jikalau Tuhan berkenan, mudah-mudahan saya dan kk dijauhkan dari hal-hal seperti di atas. Lagipula, sebelum memutuskan membentuk keluarga baru dengan kk, sudah saya buang serpihan-serpihan masa lalu yang tidak patut dikenang beserta hal-hal negatif yang menghalangi misi saya mencapai kebahagiaan, jauuhhhh ke samudra hindia. Mudah-mudahan tidak perlu kembali lagi sampai nanti. Yang tersisa di sini hanya harapan. Untuk masa depan yang lebih baik. Bersama kk tentunya.

Love,

C

2 Responses to “I have thrown it away to the Indian Ocean”

  1. nouxeva January 1, 2011 at 2:21 pm #

    Amiiin…kata orang2,klo mw buat kebaikan pasti ada ujiannya say..tp insyaALLAH,klo bisa dilewati,menjadikan kita manusia yg lebih mulia (kata Mario Teguh)
    Senang skalika baca blogmu Ci😀
    Sy jg sdh 5 tahun sm kk’ku,jd harapnya bs berakhir ky’ Cici nanti,hahhay😀 *jadi curhat*
    Semangat Ci…berdoa say

    • citralwi January 15, 2011 at 11:12 pm #

      Amin.. makasih Nani sayanggg!!!
      Wah, semoga Nani cepat-cepat menyusul. Siapa kah nani? Is he someone that i know personally?😀
      Aduh, ingin dengar cerita lengkapnyaaa!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: