Persiapan Photo Session ala Kite

1 Jan

Seperti halnya para cpp (calon pengantin pria) pada umumnya, si kk ogah-ogahan ngurusin tetek bengek persiapan kawin. Tapi situasinya berubah sejak kita memasuki akhir bulan oktober. Kenapa? Kita mau poto session cuy! Kata orang sunda: engagement session. Sementara kata orang jawa: pre-wedding session. Apapun namanya itu, yang penting selama menyangkut pose dan foto, si kk yang nama tengahnya ‘narcissus federikus baukakus’ itu pasti bakal heboh. Nggak salah lagi.

Saya sih seneng banget. Soalnya jadi nggak jungkir balik koprol kayang gaya lilin repot. Meskipun konsep-konsep awal termasuk properti dan wardrobe sy yang rumusin. Sementara dia tadinya nggak mau pusing karena fokus ujian kuliah.

Acara ketemuan pertama dengan Mbak Tari dan Mas Golam dari U-Wish/Tikma terpaksa saya jalanin sendiri karena dia telat banget. Nyampe di tempat janjian, setelah kita bubaran, saya udah ongkang-ongkang kaki di kosan. Alhamdulillah, acara ketemuan kedua bareng Mas Golam di jam makan siang, ngomongin beberapa alternatif konsep detail dan teknis akhirnya berhasil menghadirkan si kk! Bravo! Nah, di sini nih, dia mulai rese. Tadinya udah approve. Eh, di situ dia mempertanyakan konsep-konsep yang saya susun dengan air mata dan darah #lebay. Tapi masih manusiawi lah.

Selanjutnya tinggal berkoordinasi via blackberry dengan U-Wish/Tikma untuk persiapannya. Si kk udah beres ujian tengah semester. Jadi dia punya waktu untuk membantai konsep foto yang SUDAH dia approve sebelumnya. Sampai akhirnya disepakati 5 konsep foto.

Oh iya, lokasi pemotretan di Bandung. Itu si Kk nggak mau ditawar. Soalnya dia cinta mati ama kota itu dan karena kita pertama kali ketemu dan menjalin kasih (cih!!) Di sono.. Jadi nilai historisnya buat kita cukup tinggi. Sedaaapp!!

Kalau photo session-nya tanpa tema dan natural on the spot saja, pasti persiapannya nggak ribet. Nah ini! Orang macam saya dan si kk: banyak maunya, imajinasi terlalu liar tapi nggak tahu realisasinya gimana. Hehe.

Sebagai gambaran, ini beberapa property yang kita siapkan:

– vespa (minjem punya temen)

– bahan pembuat bubble

– handmade pinwheel (si kk bikin sendiri)

– kostum bola kk

– koleksi buku-buku saya

– layangan

– jas almamater (jangan tanya untuk apa..)

Dan nggak semua barang-barang di atas yang akhirnya kita pake. Ih, tau gitu…

Kalo soal wardrobe, saya dan kk nggak begitu pusing. Karena.. Kita punya adik kandung yang sedang kuliah di bandung and happen to be fashionable ababil teenager. Hehe. Saya punya Nita yang punya side job sebagai model jadi koleksi baju dan sepatunya lumayan. Sedangkan si kk punya Idu, yang udah jadi barudak bandung gaoolll gituh.

Make-up artist kita akhirnya ngambil di bandung aja. Meskipun tadinya pengeenn banget make jasanya Nuke yang kondang se-antero capeng di Jakarta dan sekitarnya, sampe minta turun harga ke Mbak Tari Tikma supaya bisa make jasa dese. Tapi dengan pertimbangan biaya (fee untuk pre-wed luar kota stand-by dese agak di luar budget), akomodasi dan transportasi, akhirnya minta bantuan Anggia, MUA temen si Nita, yang biasa dandanin kalo dese jadi model. Alhamdulillah dapat harga spesial. Confirm make jasanya  Gia (begitu biasa Anggia dipanggil), tengah malam sblm hari H. Soalnya ada satu dan banyak keribetan yang nggak bisa diceritain di sini.

Info tentang Giya bisa dilihat di FB-nya

Giya bisa dihubungi di

  • giya_march@yahoo.com
  • giyamarch@hotmail.com

Selain Anggia, MUA yang sempet saya hubungi untuk sesi pemotretan ini adalah:

–  Mayke Soendjaja (hasil make-upnya bagus banget, sayang fee-nya jauuhh dari budget saya)

Email: mayke@melsa.net.id

–  Jessica Wilhelmina (Rekomendasi si Bebek, hasil make-up nya bisa dilihat di sini)

–  Yuyun Make-up (Baca rekomendasi di beberapa forum)

Yak! Sehari sebelum hari ‘H’, saya dan kk sudah ready di Bandung. Nyari-nyari properti yang belum ketemu, sambil relaksasi ngumpulin tenaga sebelum foto-foto kita…! Siang menjelang sore, saya sempetin creambath dan pedi-meni di salon favorit di Bandung. Segerrrnyoo!! Kebetulan lagi ‘dapet’ sekalian nail polished buat sesi foto besok.

Abis itu, dijemput kk, kita mau nyari baju kaos buat dia. Ngeliat si kk, kayak ada yang beda. Feeling-feeling sih, dese facial deh. Tapi nggak mau ngaku. Idiihh si kk.. Pake acara malu segala. Setelah ke beberapa FO, baju yang diharapkan, nggak ketemu juga. Bersamaan dengan itu, tim U-Wish/Tikma udah nyampe Bandung. Kita pun janjian di Gazibu, depan gedung sate.

Oaalah..kirain dari Jakarta cuma bertiga aja. Taunya rame ya bok. Saya takjub karena Andie dan Raymond (Fotografer utama Tikma) ikutan juga!! Terus Mas Imam, yang setahu saya biasa editing foto juga turun gunung. Ditambah mas iwan yang ngurusin lighting, jadinya tim lengkap nih! Kurang Mbak Tari dan Mbak Nur (marketing dan akunting) aja nih. Hehe. Mantabbs! Meskipun agak keder juga, karena takut akomodasi yang bisa kita provide, kurang memadai, perasaannya luar biasa excited.

Setelah nganterin tim U-Wish/Tikma ke Asrama Lontara (Sulawesi Selatan), kita ngobrol-ngobrol bentar, terus si kk ngaterin saya ke kosan Nita untuk istirahat sekaligus beberes wardrobe. Janjiannya, jam 6 saya sudah di Asrama untuk make-up. Yaa.. Apa daya..

Apa?? Lihat aja cerita lanjutannya di sini ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: