Family Legacy; a story about a century wedding dress

5 Aug

Pusing nyari wedding dress yang cocok? Kenapa nggak coba minta lungsuran dari nyokap atau nenek?

Wait.. wait… too old? too vintage (in ugly way)?

Ya iya sih.. the wedding preparation may be easier if you are 23 years old graphic designer, Allison Shellito (now is Rinaldi).

She got this lovely vintage dress from her great-great grandmother’s for her wedding day:

How old do you think the tone-on-tone ecru silk brocade patterned with flowers is?

Believe it or not, it is 127 years old!!

Jadi, ngutip cerita dari sini… kisah gaun pengantin unik ini, dimulai pada tanggal 30 Desember 1884 ketika gaun tersebut dikenakan pertama kali oleh buyut Allison, Nellie Campbell pada saat menikah dengan A.G Shellito di Iowa USA. Meskipun gaun itu tergolong mewah, pestanya sendiri cukup sederhana dan dihadiri oleh sekitar 12 orang.

Lebih dari setengah abad kemudian, gaun itu kembali dikenakan oleh nenek Allison yang bernama Jean Lawman ketika menikahi John Shellito, cucu dari Nellie pada tanggal 26 Desember 194, juga di Iowa USA:


Warisan keluarga Shellito ini pun diteruskan kepada menantu Jean, Ibu Allison yaitu Mimi Balazs ketika menikah dengan Jack Shellito pada 5 Juni 1982.

Pada tanggal 12 Juli 1975 di Wichita, Kansas USA, gaun itu kembali dikenakan oleh Barbara, yang menikah dengan anak Jean yang lain, Paul Shellito.

Bagaimana sepotong gaun bisa bertahan lebih dari satu abad?

Rahasianya ada pada kain linen. Selama 127 tahun belakangan, gaun ini dibungkus dalam kain linen sebelum ditaruh di tempat penyimpanan dan selama itu pula tidak ada seorang pun yang merusak ataupun mengubahnya. Kecuali Ibu Allison yang menambal sedikit bagian gaun sebelum hari pernikahannya.

Nggak heran kalau Allison memperlakukan si gaun vintage berwarna krem keemasan ini dengan sangat hati-hati. Untuk resepsi setelah pemberkatan, Allison memilih menggunakan Cocktail dress pendek agar gaun tersebut tetap dalam kondisi prima dan nantinya dapat digunakan oleh perempuan berikut dalam keluarga yang ingin menggunakannya.

Uniknya lagi, ukuran gaun itu tidak pernah diubah. Allison ‘hanya’ perlu diet agar bisa gaun itu pas di badan🙂

Kalau penasaran pengen tahu cerita lengkapnya bisa ke www.dailymail.co.uk

Anyway, i think it’s so sweet to wear the same dress our Granny, Mom and Auntie wore on their wedding. It brings such a sentimental value and emotional bonding in family members, also we could be a part of a family tradition. Maybe for some people it’s silly, but for me it’s fun, not to mention that it could save us much money!

Cheers,

C

http://www.dailymail.co.uk

3 Responses to “Family Legacy; a story about a century wedding dress”

  1. Leony August 5, 2011 at 8:25 pm #

    Hey Citraaa🙂 Benernya bagus juga ya pake wedding gown kayak gini. Tapi gimana yah… Kayak nenekku, pas aku liat di foto, bagussss banget gaun pengantinnya. Tapi Nenekku tingginya itu beda lebih dari 20 cm sama aku, masak aku mau pake gaunnya gantungan ? hihihihhi….

    • citralwi August 12, 2011 at 10:59 am #

      Haha! iya leony. Aku juga sempet kepikiran soal masalah tinggi badan wkt nulis ttg wedding gown ini. Tapi krn nulisnya kepotong2 sambil ngerjain sesuatu.. jadinya lupa!😀
      Bener sih, kalo badannya cuma beda beberapa kgs, bisa diakalin. entah diet ato dikecilin gown-nya. Tapi mgkn akan lbh repot kalo beda tinggi badan ama neneknya jauh. Kalokepanjangan bs dipotong. Tapi kalo kependekan.. hmm, eh lagi tren tuh wedding gown midi. kyknya lucu juga deh!

  2. motauajedehih August 30, 2011 at 3:01 pm #

    wow.
    hebat yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: