Archive | Baju Adat RSS feed for this section

Being a bride

27 Oct

Recently got this picture of one of my friend in junior high school. She was damn gorgeous with the Baju Adat Tolaki. Aww..! and the candid  shoot taken by the photographer is also lovely.

Taken from her DP in BB

 

I’m gonna wear similar model of Baju Adat. Yippie!!

 

Can’t hardly wait,

C

Bugis/makassar atau mandar?

16 Oct

Ada yaa.. orang yang lebih milih disebut ‘orang makassar’ ketimbang ‘orang mandar’, tapi, begitu kawin… maunya pake baju adat mandar daripada baju adat makassar. hahaha 😀

Jadi, ceritanya.. resepsi pernikahan saya nanti akan diadakan di dua propinsi dalam dalam nuansa dua adat. Di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Di resepsi kendari Sulawesi Tenggara, saya dan kk rencananya make baju nasional dengan sentuhan adat, yaitu sarung tolaki. Untuk resepsi di Polewali, Sulkawesi Barat, kampung halaman si kk, sesuai permintaan ibunya kk, kita rencananya make baju adat suku kk. Karena kk berdarah 50% makassar, 25% bugis dan 25% mandar,  kita bakal make baju bugis-makassar (bentuknya sama persis). Well… itu sebelum saya dan kk terlibat obrolan seru tentang baju adat itu 🙂

Continue reading

1102.2011

7 Oct

Dear friends,

It’s official. Our wedding ceremony will be held on February the 11th 2011.

1102.2011.  At my home in Kendari, Southeast Sulawesi.

The reception will be either the same day (at night) or the next day. Haven’t decided yet.

Kk’s family will also celebrate our wedding through a modest reception in Polewali, West Sulawesi, approximately 3 to 5 days after Kendari’s reception.

We’re going to wear:

  • Gold Tolaki custom outfit in the akad (Made by local traditional tailor)
  • Red-DarkTurquoise national kebaya/beskap with Tolaki sarung in the Kendari Reception (Kebaya is being made by Myrna Myura while we are still looking for the best designer to make the beskap. Initial plan: going to Brutus Mode)
  • Mandar custom outfit in the Polewali Reception (Rent from traditional bridal, will be arranged by Ibu)

Pretty sure that i will loose my mind during the hectic week.

Wish me luck guys and please send me prayers.

Regards,

C

Nyiapin baju, rempong ya bu..!

9 Aug

Sejauh ini, persiapan yang paling rempong adalah soal baju. Berdasarkan To-Do-List yang udah dibuat sebelumnya, baju yang harus disiapin adalah:

  1. Baju adat untuk Akad Nikah (1 pasang)
  2. Kebaya modifikasi untuk Resepsi (Saya)
  3. Jas/beskap untuk Resepsi (Kk)
  4. Kebaya untuk lamaran (Saya)
  5. Kebaya/Baju Adat untuk Malam Pacar; Semacam midodareni di adat Jawa. (Saya)

Di waktu lamaran, rencananya kk bakal make kemeja rapi aja. Paling banter pake batik. Tapi karena palette tone untuk Lamaran udah ditentuin (Oleh saya tentunya), si kk harus milih antara pake hitam, putih atau.. pink! Kalo pake pink sepertinya udah mustahal terjadi. Si kk gitu loh… mana mau? Dan baju batik nggak ada yang warnanya hitam full atau putih full (Kecuali belum dicelup alias diwarnain). Soal ini, nanti diomongin lagi deh ama si kk…

Continue reading

Akad dengan Baju Adat

9 Aug

Pernah dengar ‘suku tolaki’? Pasti belum. Kecuali orang yang berdomisili di Sulawesi atau pernah bertemu dengan orang dari suku ini (yang mana tidak terlalu banyak, karena karakteristiknya yang bukan perantau), masyarakat Indonesia jarang ada yang tahu atau bahkan sekedar pernah mendengarnya. Saya berasal dari suku ini. Keturunan asli dari leluhur, tanpa adanya campuran dari suku lain. Kalau istilah Harry Potter tuh… ‘Pure-Blood’. Hehehe…

Sementara si kk berdarah campuran Makassar-Mandar-Bugis. Sebenarnya, ketiga suku tersebut serumpun di tanah Sultan Hasanuddin sana. Jadi si kk itu bisa dibilang produk dari hasil persilangan hampir semua suku di Sulawesi Selatan (dan Sulawesi Barat – setelah Provinsi Sulawesi Selatan pecah menjadi Sul-Sel dan Sul-Bar).

Sesuai dengan adat istiadat suku tolaki dan juga konsensus yang umum berlaku, pakaian adat yang akan dikenakan pada saat akad nikah adalah adat dari pihak perempuan. Ya sodara-sodara… pupus sudah impian white wedding jaman kanak-kanak dulu. Bukannya berkebaya nasional berwarna putih, saya akan menggunakan pakaian adat daerah Tolaki. Sebenernya sih di jaman modern ini, perempuan-perempuan tolaki boleh milih warna apa aja untuk pakaian adat ini. Dan ada pilihan jenisnya juga (yang modelnya mirip-mirip banget. Menurut saya sih ngak ada bedanya) Tapi… nggak ada warna putih tuh. Nggak pernah liat ada yang make dan setelah nanya-nanya mama, memang nggak pernah ada. Baiklaaahhh…

Continue reading