Archive | Make-Up RSS feed for this section

Post Wedding Drama

4 Mar

2 minggu telah berlalu. Apa kabar blog ini?

Hmm.. what can i say?

In a brief, saat ini saya sedang dilanda keterguncangan mental yang hebat pasca insiden make-up akad yang menghebohkan itu.

Suatu malam, tepatnya dini hari, saya terbangun dan hal pertama yang terlintas di benak adalah ‘my wedding make up sucks’.

Lalu, saya pun menangis.

Kemudian, si kk terbangun. Setengah sadar dia mendapati saya sedang termehek-mehek. Lantas, dengan keterkejutan luar biasa, dia mengguncang-guncang bahu saya dan berkata: “Ada apa sayang???”

Dengan suara tersendat dan hidung meler saya menjawab: “…. hmmm mek..mek ap aku.. mek ap ku kk… jelek banget.”

“APAAAA?? ASTAGAA!!” setelah berujar itu, dia pun kembali tertidur pulas.

Continue reading

Advertisements

The Night

16 Feb

Akhirnya resepsi ke-2 selesai sudah.

Over all cukup sakseis. Meskipun banyak hal yang menyisakan kegondokan di dada. Tapi paling enggak, make-up nya memuaskan. Secara hari sebelumnya, yaitu pada saat akad nikah make-up saya sangat-sangat mengecewakan dan menimbulkan comment tidak menyenangkan dari keluarga dan kerabat. Ya ketuaanlah, ya kayak bukan saya lah, ya keliatan ngantuk lah… and i have to admit that i agree with them.

Continue reading

Dekorasi (and Make-up) Done!

6 Nov

Adalah suatu kemustahilan membawa vendor dekorasi dari Jakarta ke Kendari. Kecuali saya bilyuner, atau anak bilyuner. Lagian secara teknis akan jadi luar biasa repot. Berapa banyak properti dan personil yang harus terlibat? Belum lagi bunga-bunga segar yang harus ikut diboyong, karena rata-rata konsep dekor dari vendor-vendor di kota ini melibatkan ratusan bahkan ribuan tangkai bunga. Beberapa di antaranya bahkan jenis bunga impor, baik yang asli dari luar negeri ataupun bibit impor tapi ditanam di Indonesia.

Meskipun suka dengan dekorasi acara perkawinan yang chic dan sophisticated, item dekorasi adalah sesuatu yang rela saya korbankan for the sake of the budget dan rasa sensitivitas terhadap kondisi masyarakat kita yang lagi susah, diterpa bencana akhir-akhir ini. So… dekorasi untuk acara kawinan saya dan kk akan menggunakan vendor di Kendari. Dan itu berarti, sepenuhnya akan berada di bawah kendali Ibunda tercinta.

Continue reading

Make-up By Deedee

14 Oct

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya di sini, urusan make-up artist (MUA) buat acara kawinan di kendari tuh rada susah.. untungnya, beberapa waktu sebelum acara lamaran kemaren, K Didi, yang mana udah biasa ngedandanin saya sejak jaman SMP, dan pernah kerja di sebuah majalah remaja di Jakarta sebagai fashion stylist, sekarang udah balik ke Kendari, for good. Satu masalah terselesaikan. Jadi, nggak perlu pusing mikirin nyari-nyari MUA. Udah yakin baguslah.. meskipun udah lama nggak di-make up lagi. Dulu, waktu ade saya, si Nita jadi finalis Puteri Indonesia tahun 2007, di hari pertama masuk karantina K Didi juga yang dandanin. Dan hasilnya, bikin pangling banget. Sampe waktu kita nyari taksi menuju Graha mustika ratu, orang-orang di jalan pada ngeliatin. Bahkan sampe ada lho… yang berhenti sejenak buat ngeliat lebih lama. haha.! Sayangnya, karena repot ini itu.. saya nggak sempet ngambil gambarnya.

Continue reading

Kebaya resepsi by Myura, kecilnya dunia…

12 Oct

Sebelumnya, sempet keder juga pas lihat informasi di beberapa forum diskusi, kalo myrna udah full booked sampe desember 2010.Tapi karena pengen banget bikin kebaya ama dia, segala macam cara dilakukan. kirim message via facebook, kirim sms, sampe akhirnya telepon juga. Sayangnya, karena designer muda berbakat yang populer banget di kalangan capeng-capeng di Jakarta dan sekitarnya ini luar biasa sibuk, dia cuma bisa ketemuan weekdays. Beberapa minggu sebelum lebaran, saya sempet bikin janji dengan Jeng Myrna di weekdays, tapi akhirnya batal karena dianya nggak bisa. 😦

Setelah beberapa kali contact, akhirnya, Myrna minta supaya ketemuannya abis lebaran aja. Saya sempet was-was. Tapi kata Myrna, untuk Februari 2011, dia udah masukin nama saya, dan menurut perhitungannya sih, waktunya masih cukup untuk ngerjain kebayanya. Ya sudah, akhirnya saya mudik ke Kendari dengan perasaan tenang.

Continue reading

Manglingi di Hari Bahagia

31 Aug

Lokasi acara lamaran dan pesta pernikahan yang telah ditetapkan di Kendari, kampung halaman saya, selain memunculkan masalah dalam hal pemilihan fotografer, juga sukses bikin saya pusing mikirin urusan make-up. Ya namanya hari istimewa (yang insya Allah sekali seumur hidup) ya… wajarlah kalo kita pengen terlihat cantik dan manglingi. Untuk itu, pemilihan make-up artist (MUA) atau dukun manten sangat-sangat vital. Di Jakarta, pilihannya tidak terbatas. Di pulau jawa pun, ada banyak yang terkenal piawai memunculkan aura kecantikan pengantin di hari bahagianya.

Tapi… saya tidak begitu yakin dengan source yang tersedia di Kendari. Takut nantinya saya terlihat menor atau jadi ‘orang lain’ seperti pengantin yang pernah saya lihat di masa kecil dulu. Jangan-jangan, si kk kabur lagi, wkt kita dipertemukan setelah ijab kabul (Dalam adat saya, ijab kabul dilakukan calon suami tanpa calon istri di sampingnya. Calon istri diumpetin dulu di kamar. Setelah ijab kabul, baru cami yang sudah jadi ‘suami’ boleh ngeliat istrinya).

Rencananya adalah membawa MUA/dukun manten ke kota kelahiran saya. Sama seperti fotografer /videografer. Which is cost me a bunch of money. Have to admit that money is still my biggest issue here.. hiks! Sementara budget masih dalam tahap penyusunan, boleh dong ya nyari-nyari info..?

Continue reading