Archive | Tikma Photo RSS feed for this section

Akad; the teaser

22 Jun

Untuk mengurangi rasa bersalah karena menelantarkan blog ini sekian lama, ijinkanlah saya untuk share beberapa foto akad. Cerita lengkapnya nunggu trauma-nya hilang dan kelapangan jiwa untuk menerima bahwa karena perencanaan yang kurang matang ditambah harus dirawat di RS selama sebulan, acara pernikahan tahun lalu itu (bok! udah lambreta ya..?) …. nggak sesuai dengan bayangan. Yes, i haven’t gotten over it.

Tapi sekali lagi, although the wedding was not like what i expected, but the marriage so far.. so good. Sometimes, even i feel like it’s too good to be true. Beyond expectation. You-name-it.

Continue reading

Advertisements

Inilah Photografer kita (Part 2)

31 Oct

Lanjutan dari cerita ini

Setelah bertemu dengan Tim Tikma, akhirnya saya dan kk mutusin untuk deal make jasa mereka. Alhamdulillah… Tapi baru tahu ternyata, kenapa harga penawarannya lumayan terjangkau, karena penawaran yang dikirimin via email kemarin adalah paket U-Wish, yang mana merupakan second line dari Tikma. Kurang lebih istilahnya: paket ekonomisnya lah gitu. Hmm.. sebenernya sempet ragu juga, karena takut hasilnya nggak sebagus portofolio yang udah kita liat. Tapi karena berdasarkan informasi dari Mbak Tari, marketing Tikma Photography, hasilnya bisa sama bagusnya, saya jadi teryakinkan untuk make jasa Tikma aja. Apalagi, si kk sama sukanya dengan hasil jepretan mereka.

Continue reading

Inilah dia Photografer kita… (Part 1)

28 Oct

Bagi beberapa orang, acara perayaan pernikahan harus total dalam hal jamuan makanan untuk tamu. Sehingga catering menjadi fokus utama persiapan acara tersebut. Dalam tipe ini salah satunya adalah Ibu saya. Ada juga yang beranggapan bahwa dekorasi adalah hal utama, karena kesan dan ‘ambience’ yang tercipta selama acara itulah yang akan paling dikenang para tamu. Macam-macam sih ya… Kalau saya pribadi sih, tidak lain tidak bukan, fokus saya adalah pada Fotografi.

That’s why, butuh waktu berbulan-bulan bagi saya untuk memutuskan vendor mana yang akan dipilih. Waktu dan juga tissue yang banyak saking frustasi. Tidak terhitung rasanya berapa jam yang saya habiskan untuk browsing cari informasi vendor, lihat portofolio mereka dan baca banyaaakkk sekali review di forum ini dan itu (like.. hundred times!). Belum lagi bolak balik buka majalah (baik milik sendiri, minjam punya orang atau nebeng ngintip di loper koran 😉 ) untuk menghayati setiap style mereka.

Continue reading