Archive | Undangan RSS feed for this section

Salah Satu yang Membuat Tifus Saya Kambuh…

21 Jan

adalah ini:

Continue reading

Advertisements

We Invite You…

15 Nov

Nggak mau ribet, undangan akhirnya kami bikin di Pasar Tebet.

Berawal dari rekomendasi dari K didi, saya berniat untuk membuat kartu undangan di Sam Arista, Bandung. Sudah sempet browsing website resminya dan bahkan menghubungi kantornya. Tapi karena kesibukan bekerja dan mengurus proses seleksi dan pendaftaran di kantor baru, saya tidak sempat mengunjungi workshopnya. Sekali-kalinya sempat ke Bandung pada waktu weekend, eh.. mereka nggak buka. Selain Sam-Arista, saya juga mendapatkan review bagus tentang Farrel Design Invitation, yang katanya sangat terjangkau dan beberapa seleb mesen undangan pernikahannya di sana. Tapi sama saja dengan Sam-Arista, mereka juga tidak buka di weekend. Jadinya, saya tidak berkesempatan menyambangi kantor kedua vendor ini.

Continue reading

Bikin undangan, di mana ya?

15 Nov

Sama seperti kebanyakan capeng lainnya, saya berharap biaya untuk undangan ini tidak terlalu memakan porsi besar dalam budget. Kalau bisa sederhana tanpa harus mengurangi rasa hormat terhadap tamu yang akan diundang. Jadi, vendor-vendor undangan yang sudah punya standar harga melebihi Rp.10.000,- per lembar sudah dicoret dalam daftar. Tapi karena umumnya vendor-vendor ini punya koleksi yang cantik nan mempesona, saya seringkali blogwalking untuk melihat-lihat design undangan mereka untuk menjadi inspirasi. Beberapa yang luar biasa mempesona adalah:

Continue reading

DIM (Do-It-My-Self) Invitation

20 Aug

Inspirasi awal saya, datang dari situs ini. Sejak ngeliat design berupa ‘couple silhouette’ yang ada di situ, saya langsung netapin hati akan jadiin siluet sebagai tema undangan lamaran saya. Mungkin karena selera saya yang suka segala sesuatu yang ‘clean’ dan ‘simple’, pengennya layout dan warnanya juga minimalis. Apalagi, tentu saja, harganya (harusnya sih) lebih murah karena nggak pake banyak warna. Nggak perlu laser cutting segala pula.

Sejak memutuskan untuk mendesign sendiri undangannya, saya sudah menghubungi vendor percetakan tempat saya biasa keperluan kantor. Marketing dan kepala cabangnya kan udah kenal banget karena saya sering nongkrong bareng di kantor mereka nungguin hasil kerjaan selesai dicetak. Jadi, waktu saya cerita kalau mau cetak undangan, mereka bersedia ngasih harga spesial untuk saya. Alhamdulillah…

Continue reading

1 littre of tears

20 Aug

Awalnya, acara lamarannya mau dibuat sederhana saja. Hanya makan-makan biasa dengan keluarga, kerabat dan teman-teman dekat saja. Begitulah kesepakatan saya dan mama. Sampai kemudian mama meminta saya untuk mencari undangan untuk acara tsb. Dalam pikiran saya sih, namanya acara makan-makan, nggak perlulah pake undangan segala. Tapi kata mama, nggak sopan kalau nggak pake undangan. Apalagi, akan ada sedikit ritual adat (yang sebenernya nggak terlalu ribet, cuma seperti acara berbalas pantun dalam bahasa daerah). Cuma ya… keluarga/kerabat dan teman dekat mama papa itu jumlahnya 300 orang dong! Temen saya aja, acara kawinannya ngundang jumlah yang sama. Feeling-feeling bakalan bergeser nih konsep ‘makan-makan biasa’.

Untungnya mama setuju untuk nggak terlalu ngabisin duit untuk beragam keperluan acara. Ketika saya nawarin untuk bikin design dan cetak sendiri undangannya di vendor kantor saya (yang biasa ngasih harga murah) pun, mama ngedukung. Saya pun minta beliau untuk menyusun daftar undangan, syukur-syukur kalau ada yang bisa dikurangin. Alhamdulillah, jumlahnya pun berkurang. Dari 150 menjadi 100 undangan saja.

Continue reading